Total Tayangan Halaman

Kamis, 13 Oktober 2011

Ria's second Resep


Nah sesuai Janji maka hari ini saya akan mempubblish sebuah resep yang kemarin aku bikin
Nama resepnya
Cumi tahu Goreng Saus Riau (namanya diganti..krna saya bikinya di Riau_Sok kedaerahan banget ya..^_^). Tapi pastikan kamu yang buat ini harus punya Gigi yang kuat untuk mengunyah setiap potongan cumi yang kamu masak karena saya gak nanggung loh kalau gigi kamu tanggal waktu makannya.
Oke lets go check it out..^_^
Cumi tahu Goreng Saus Riau
Bahan :
·         5 ekor Cumi bersihkan dan potong 2 (lihat ukurannya dulu, kalo cumi nya gede bisa dipotong, kalo kecil ya gak usah dipotong)
·         Tahu
·         Cabe Merah
·         Bawang merah
·         Bawang putih
·         Garam
·         Tomat
·         Minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
·         Bersihkan cumi beri garam dan perasan jeruk nipis biar gak amis
·         Cabe merah,  bawang merah dan putih di giling hingga  halus
·         Potong tomat
·         Setelah bumbu siap,  Goreng tahu dan Cumi (kalo aku goreng Cumi nya ampe Crunchy karena aku gak suka yang masih basah dan lembek)
·         Setelah selesai menggoreng cumi dan tahu maka sisihkan
·         Selanjutnya tumis bumbu yang udah digiling dengan sedikit minyak aja ya
·         Tambahkan garam (oh ya kalo untuk cumi kamu gak usah menambahkan bumbu penyedap banyak2 karena cumi sendiri udah mengeluarkan cita rasa kaldu yang luar biasa)
·         Setelah bumbu harum dan masak campur bersama tahu dan Cumi goreng tadi
·         Makanan siap disajikan dengan nasi panas.

Rasakan sensasi rasanya
Gak bakalan nyesal loh

Pergedel jagung



 Hasil Karya yang membanggakan 

Hari ini 11 Oktober 2011, I Just at home.. gak kemana-mana hanya di rumah. Setelah sibuk berkutat dengan beberapa pekerjaan, yang belum selesai  (dan gak tau kapan akan selesai) aku berpikir untuk sejenak mengasah kemampuan ku yang kadang gak jelas, kadang terang benderang.
Tiba-tiba aku teringat dengan jagung kaleng  Yang kemarin aku beli,  rencananya jagung kalengan itu akan  aku gunakan untuk membuat kue Tako-Tako. Yang nantinya akan aku sajikan di acara diskusi ahad di MTQ..acara departemen KebijakanPublik nya Pak Gigin. Tapi karena sesuatu dan lain hal aku tidak jadi membuat makanan itu. Maka hari ini aku putuskan untuk membuat pergedel  jagung. Cerita punya cerita ni.. sudah satu tahun belakangan ini aku selalu berkesperimen dengan pergedel berbahan dasar Jagung, terakhir aku menghitung bahwa aku  telah membuatnya lebih dari 20 kali. Dan semuanya bermuara dengan kegagalan.  Aku gak ngerti kenapa makanan ini tidak menjadi pergedel seperti yang aku cita-citakan. Usut punya usut aku baru menyadari kesalahanku. ternyata itu semuanya terletak pada takaran bahan yang aku gunakan..dan aku baru menyadai hal itu sebulan yang lalu, setelah hampir puluhan kali membuat dan menyajikan nya pada keluarga dan teman-temanku. 
Dan hari ini aku senang sekali karena ternyata..taraaa..pergedel jagung ku berhasil sempurna..perfecto banget. Aku bahkan sampai gak tega mencicipinya.. aku berhasil membuatnya tanpa kurang suatu apapun..dan demi membagi kebahagiaan ini. Maka aku mempublish resep pergedel jagung yang aku ciptakan ini. Resep ini akan aku jaga sampai 7 turunan dan berharap pergedel jagung hari ini akan menjadi sejarah dalam hidupku..(karena for the first time Mama tidak mengkomplain masakan ku.. it’so amazing you know…^_^)
Berikut resep nya..so simple n easy to make this

Pergedel Jagung
Bahan :
1.sekaleng Jagung kaleng                              
2. 5 SDM Tepung  Terigu
3. Bawang Putih dan sedikit Kunyit     
4.2 tangkai Daun bawang dan Seledri              
5.Garam
6.Penyedap Rasa
7.Minyak untuk goreng
Cara membuat:
1.    Haluskan Jagung bersama Bawang putih dan sedkit kunyit
2.    Cincang daun bawang dan seledri
3.    Campurkan adonan menjadi satu, aduk rata
4.    Tambahkan garam dan penyedap rasa ke dalam adonan
5.    Cicipi rasanya jika udah pas, siap untu digoreng, Adonan jagung pastikan tidak encer  dan juga tidak padat. Gunakan Feeling untuk membuat adonan.. ini dilakukan agar Pergedel jagung kamu gak keras. Minimal ketika kamu pencet adonan bisa di uleni. Tidak encer dan tidak juga padat.
6.    Selanjutnya siapkan kuali untuk menggoreng, masukkan minyak. Jgn terlalu banyk, krna kalau minyak nya merendam adonan yang digoreng maka pergedel kamu akan berminyak,
7.    Dan setelah minyak panas masukkan adonan sesuai bentuk yang diinginkan. Kalo aku tadi membentuknya dalam ukuran kecil yang imut, yang kalo dimakan bisa lansung masuk mulut..menghemat pencernaan dan kerja Gigi untuk mengunyah..
8.     Gunakan api sedang saja. Setelah berwarna kekuningan dan Crunchy, angkat gorengan dan Tiriskan.
9.    Pergedel Jagung siap disantap. Simpel banget kan Bikinnya. Murah dan yang pasti sehat terjamin kebersihannya.
Tunggu resep lainnya ya.. Rencanya saya akan menpublish satu lagi resep yang berhasil saya buat yaitu Cumi Tahu Saus Padang..Ditunggu ya.

_Ria Bustanudin_



Minggu, 09 Oktober 2011

Kalo ini Saya yang punya


Dari sini kami belajar

net
      Hampir kurang dari 5 tahun KAMMI berperan dalam membangun karakter dan cara berpikir saya. Pada tujuan dan cara KAMMI telah masuk dalam diri saya, dakwah bersama KAMMI saya rasakan sebagai sebuah moment-moment indah yang penuh dinamika. Bagaimana KAMMI membekali seseoang menjadi berkualitas dalam segala hal, pada Tsaqofah keislaman, pada intelektualismenya. 
 KAMMI mampu membangun sebuah konsep pembentukan seseorang menjadi Pemimpin Tangguh yang  “Keras”, militansi dan loyalitas tinggi. Pada  gerakan mahasiswa yang lahir 13 tahun yang lalu ini semua telah dijawab olehnya.  KAMMI memilki arah yang jelas kemana dia akan bermuara, semuanya termaktub dalam visi dan misi yang bagi anak KAMMI semua itu telah  dihapal diluar kepala dan tertanam dalam jiwa dan pikirannya. Ash Shaff ayat 4 mengatakan bahwa Allah mencintai orang – orang yang berbaris rapi maka KAMMI telah merealisasikan dalam ruh dan geraknya, bahwa KAMMI merupakan salah satu  Organisasi rapi yang terkondisikan dalam setiap ruang dan waktu. Mungkin akan terasa sangat berlebihan, namun begitulah bahwa kecintaan kami kepada KAMMI seperti memakan buah durian yang tidak akan bisa diketahui rasanya jika kita tidak mencicipinya terlebih dahulu, ketika telah merasakannya, tak henti-henti ingin terus mencicipi. Begitulah KAMMI mengajarkan kami, entahlah saya pun tidak mengerti bagaimana KAMMI membentuk karakater ini.
      KAMMI kerap melempar saya ke berbagai  kejadian dan situasi  yang ketika itu saya pun tidak tahu harus melakukan apa. Pertama kali KAMMI telah melempar saya ke satu wajihah ammah di FKIP atas rekomendasi,  berbicara BEM saat itu komposisi struktur pengurus terdiri dari anak KAMMI, disana dinamika dan perbedaan menjadi biasa, diskusi alot di rapat kegiatan atau evaluasi penuh dinamika dan full energi, saat itu sebagai kader KAMMI yang tengah “dinas” diluar (saya menyebutnya dengan kami) perbedaan mengenai cara dan tekhnis itu hal yang biasa tetapi kami akan tetap satu suara jika sudah menyinggung masalah prinsip. Ketika itu formasi kader KAMMI di FKIP yang semuanya rata-rata  “nakal” dan “keras” terutama Kak Windy yg saat itu duduk di Departemen  Kebijakan Publik, banyak mendapat tedensi bahkan pernah beberapa kali adu fisik antara ikhwah dengan gerakan mahasiswa lain di FKIP dan bahkan dengan  Pembantu Dekan  III FKIP, saat itu kader KAMMI pasang badan membela di FKIP , ikhwah Tekhnik di BEM, Ikhwah Fekon di BEM, KP KAMMI, BPH KAMMI, semuanya bersuara, mengatur strategi, bahkan ana teringat ketika itu beberapa ikhwah pernah datang kepada Pembantu Dekan  III FKIP tersebut  bukan untuk memelas meminta maaf tetapi ingin menegaskan kepada beliau akan fungsi yang telah dilanggar dan sikap otoriter nya padahal gerakan mahasiswa tidak bisa diintervensi oleh siapapun bahkan dibubarkan oleh  siapapun kecuali oleh mahasiswa itu sendiri, saya masih ingat juga ketika anak KAMMI di BEM turun ke jalanan kampus dalam rangka aksi menyambut bulan Ramadhan, atau ketika anak KAMMI di BEM  mengadakan aksi sosial untuk anak Jalanan



bersama Rektor di bulan puasa saat itu, pergi aksi dengan menumpang bis kota menjadi hal yang tak lagi dianggap memalukan bagi  mereka karena di sini tidak ada yang anti dengan aksi karena mereka tidak pragmatis memandang aksi walaupun kritikan kerap hadir dari orang-orang didekat mereka, terakhir mereka membuat saya terkesan dengan semangat mereka merayakan HUT Milad KAMMI ke 13 beberapa waktu lalu, pengurus, AB 2 dan AB 1 , Alumni DM 1 yang baru beberapa bulan lalu bergabung mampu menyihir hati saya meninggalkan kesan dan menambah keyakinan saya akan tetap bermekarannya  bunga-bunga Haroki indah di AL-Adiyat ini melaui tangan-tangan kekar  yang akan mengenggam dunia ,  begitulah kader KAMMI keras dan tegas. Dan ini yang kadang tidak bisa diterima semua orang, tapi saya yakin keras dan tegas nya kader KAMMI adalah keras dan tegas nya Abu Bakar atau kerasnya Abdullah bin Mas’ud . Ketika saya ada di Aklamasi identitas sebagai anak KAMMI turut menyertai sepanjang keberadaan saya disana,  entahlah entah kenapa saya lebih senang menyertai diri saya sebagai anak KAMMI walaupun saya masih jauh dari harapan. Beberapa kali tulisan saya tidak diterbitkan di Aklamasi karena menganggap tulisan tersebut terlalu ke “KAMMI”, entahlah.. saya pun tidak tahu. Beberapa liputan saya dan  beberapa akhwat KAMMI di sana terkait persolan Bang Heriyanto Irsan, dan Ikhwah kita yang memperjuangan BEM UIR saat itu di tahun 2008 hingga 2009 lalu  yang terlalu di pojokkan karena kinerjanya di BEM UIR pun kerap memicu panas di ruang redaksi bahkan beritanya tidak jadi diangkat  saat itu, hingga tahun 2010 saya memilih resign dari sana itulah  pilihan  saya terkadang hati saya sakit melihat  ikhwah kita yang terlalu dilecehkan.
        Berada di komisariat selama dari tahun 2007 hingga sekarang 2011 memberi warna indah dalam setiap jengkal cerita  mulai dari ketidaksengajaan mengikuti DM,  ketidaklulusan mengikuti DM II di tahun 2008, syuro bersama di dept kebijakan Publik yang full ghiroh, mengikuti DM II di tahun 2009  bersama Akh  dan Ukh dari UIR, mengikuti Tasqib KAMMI, mengikuti aksi yang luar biasa, berorasi, penggalangan dana, merupakan untaian-untaian terindah yang pernah saya lalui bersama mereka. Aksi-aksi  bersama mereka di komisariat inilah yang telah mengajari saya banyak hal, bersama mereka pula saya mendapat banyak “kejutan”, masuk KAMMI tidak suka membaca buku jadi hal yang memalukan, buku-buku gerakan santapan mereka, bukan novel apalagi mangga, lagunya pun lagu Haroki juga lagu perjuangan Mahasiswa tidak musik cengeng,  orasi dijalan tidak canggung, menjadi moderator oke-oke saja, diundang jadi pembicara oke juga walau laptop tak akan lepas dihadapannya, dikasih binaan gak masalah malah kerap binaan diajak aksi, anak KAMMI juga bukan mereka yang kerap “mengancam keluar dari dakwah ini” hanya karena kecewa, bukan mereka yang kerjaannya melirik ikhwan atau akhwat,  tidak pernah memilki fikiran untuk cuti, membaca rutinitasnya , menulis senjatanya, orasi hobbnya,   meluruskan niat menjadi hal utama.
        Dauroh marhalah II di tahun 2009 lalu pun semakin membuat saya yakin untuk terus ada di sini. Disana kami ditempa untuk jadi seseorang yang berguna, berbicara dengan referensi dan data, bagaimana



kami mampu merealisasika kredo gerakan ini, membentuk kami untuk menjadi penggerak dakwahnya  Rasulullah. Itulah inti dari gerakan ini bagaimana eastafet da’wah tidak stagnan di tengah jalan.
      Seorang ikhwah di salah satu buku pernah mengeluarkan stantment yang saya tidak terlalu sepakati tapi cukup menggelitik hati saya beliau mengatakan kebanyakan kader-kader disini adalah kader “yang tak terpakai” dari dakwah kampus,  bahkan anak KAMMI terkadang sering memaksakan akhwat-akhwatnya untuk berdiskusi tentang feminisme, demokrasi, atau globalisasi, pergi seminar ini seminar itu,  Hearing ini Hearing itu, bahkan kerap memaksa akhwat nya dengan “tega” untuk orasi di jalan, namun Alhamdulillah bagi akhwat KAMMI itu bukan masalah bahkan di rapat pekanan bisa menjadi 6 sks sibuk membahas pemikiran, mengolah sistem, “mengkonsep” dakwah, mengkritisi kebijakan, memunculkan ide-ide besar dan “gila”  untuk membangun bangsa dan negara ini.. tapi yakinlah di syuro tersebut  teriakan takbir tetap menyertai syuro yang senantiasa dirindukan pengurusnys. Begitulah  mereka di setiap ujung hari di markas juang ruang kecil di sudut kota  ini teriakan keras yang membangkitkan semangat menuju kebangkitan dakwah tetap bergema hingga masuk kerelung terdalam, mereka yang bisa anda temui di sekre-sekre BEM  kampus, juga di rapat –rapat KPRM, tengah aksi di dijalan,  bahkan terkadang mereka terlibat adu argumen dengan teman-teman wajihah lain, atau tengah istirahat di sebuah mesjid di tengah keramaian pasar  ditemani gerobak pedagang buah hanya untuk sekedar melepas lelah namun semangat tetap membara  bahkan kadang antum bisa menemui mereka di sudut- sudut jalan yang entah apa tengah mereka kerjakan, begitulah anak KAMMI terkadang keanehan mereka tak mampu dipahami semuanya. 
      Itulah kenapa saya mencintai KAMMI sebagai jalan  juang.. karena KAMMI itu aneh tapi selalu kami rindukan..  untuk semua BPH KAMMI sebuah romantika yang telah berlalu, dan kita akan terus berjalan karena jalan ini masih panjang, kerinduan akan syuro di pagi harinya, kerinduan untuk saling mengingatkan..syurga itu telah terbayang di mata kita semua, ana ingin berjumpa antum di Firdaus itu.. bertemu lagi..bercengkarama,  ketika keletihan itu mengikuti maka biarkan pertemuan di sana menjadi peluruhnya.. ana rindu antum (Ria Bustanudin/KO Akhwat Humas)

 Dari KAMMI untuk Indonesia
Indonesia Butuh KAMMI

Tulisan Dari Seorang Kader KAMMI UIR


Keanehan

Ketika bergabung di KAMMI banyak keanehan yang ana rasakan yang menjerumuskan ana ke lembah kebaikan,KAMMI merupakan organisasi pertama kali yang ana ikuti di kampus.Mungkin didikan di KAMMI juga membuat ana yang dulunya tidak suka dengan politik,tapi di KAMMI ana diajarkan untuk mengerti dengan politik.karena setelah mengikuti dauroh marhalah 1 ana langsung di masukkan menjadi pengurus yaitu sebagai staf  Kebijakan Publik.KAMMI juga mengajarkan ana bagaimana kita menjadi seorang yang cinta dengan Indonesia. Organisasi KAMMI sangat berbeda dengan organisasi lain yang pernah ana ikuti dulu di bangku sekolahan.Dari KAMMI pertama kali ana ikut aksi dan turun ke jalan,yang waktu itu ikut aksinya secara sembunyi2 dan memakai cadar karena takut ketahuan sama keluarga.karena keluarga ana kurang setuju dengan yang namanya aksi,tapi ternyat aksi itu menyenangkan dan kita bisa menyampaikan aspirasi masyarakat.siapa lagi yang peduli dengan masyarakat kalau bukan mahasiswa. (Aprilina Suminta/Staff dept KP)

Jumat, 07 Oktober 2011

Gak Banget


Hari yang “Gak banget”
6 Oktober 2011

Pagi pukul 08.40 wib Kamis :
          Tepatnya hari ini, aku  kembali di benturkan pada kenyataan yang benar-benar tidak menyenangkan. aku tidak tahu apakah target itu bisa terlaksana atau tidak. Sikap beliau hari ini betul-betul menguras pemikiran dan mimpiku. Mungkin ini kesalahan pribadi dan aku “gak semestinya” meminta pengertian pada nya. Tapi entah kenapa selepas ini aku gak bisa menata kembali suasana hati, aku gak mau menangis atau sekedar mengeluarkan air mata untuk kejadian pagi yang tidak enak. Tetapi di balik kaca helm kesayangan ku ini aku ternyata sangat rapuh. Aku harus menyerah dengan air mata yang tak menyenangkan ini. Sepanjang jalan aku terus memikirkan akan sikap ku dan sikap nya. Beliau memang sulit ditaklukkan. Walau hati ku berusaha meyakinkan bahwa semua baik-baik saja, aku tetap tidak bisa menenangkan yang tengah berkecamuk. aku pun tahu hanya Allah lah yang membuat ku yakin, bahwa semua pasti akan berlalu. Dan ini hanya sementara. Namun sampai aku menulis ini pun aku masih “gak banget”.
09.00 (menit ke berapa nya aku lupa)
Perjalanan dari kampus aku lanjutkan menuju daerah Panam. Pagi ini aku ada janji dengan seseorang. Aku meminta bantuannya untuk membantu menyelesaikan tugas yang tak kunjung selesai, orang ini ternyata baik juga. Selesai mengantarkan sesuatu itu  kepadanya aku arahkan motor Soul merah kesayanganku ke arah tempat pengisian BBM. Tiga hari ini minyak motor ku sedikit hemat. Selasa lalu aku mengisi hingga full. Rencana untuk servis motor ku pun belum bisa terlaksana. Seumur hidup aku tidak pernah melakukan pekerjaan ini. Dulu pun dengan Jupiter biru ku, aku tidak pernah melakukan ini. Tapi sepertinya aku harus belajar sendiri untuk datang ke bengkel dan melihat sendiri kondisi motor ku. Seperti kehidupan aku pun tidak bisa lagi menghandalkan orang rumah untuk melakukan tugas ini. Aku harus mandiri, minimal membawa motor ku untuk di servis. Fuiiiihhhh.. tapi tidak lah untuk hari ini. Mood ku lagi gak baik, dan aku tidak lagi bersemangat mau melakukan apapun apalagi jika itu pekerjaan yang asing bagi ku. Kulihat penunjuk waktu di HP menunjukkan pukul 10. 05 Wib. Aku baru ingat bahwa aku belum sarapan. Sarapan bagi aku sangat lah penting sama pentingnya dengan sahur di bulan puasa. Penderita maag seperti ku tidak boleh lalai dengan makan. Tapi ini kurasa bukan lagi saat yang tepat untuk mengatakan “it’s time to Breakfast” kalau anda menginap  di hotel dan turun di jam segini maka jangan berharap akan menemukan sepotong roti atau  susu segar yang masih tersisa di Buffet restoran. Anda hanya akan melihat para Waitress nya sibuk merapikan meja. Dan malangnya anda terpaksa harus memesan makanan khusus Branch (Breakfast dan lunch) jangan bermimpi untuk mendapat gratis Breakfast karena anda akan di charge oleh waitress (Yee.. siapa suruh jam segitu baru turun rasain..deh). Mood buruk kembali menghantui ku.. kejadian pagi ini benar-benar telah… (uhhhhfff) ya inilah aku Ria. Aku sering terpengaruh dengan hal-hal yang pasti mempengaruhi perilaku ku. Sesuatu yang belum bisa hilang dari hidupku. Ya.. keinginan untuk wisuda itu mempengaruhi semua sikapku. Sehingga menjadikan itu sesuatu yang memilki efek buruk. Ya.. aku memang ingin segera wisuda. Meninggalkan kampus dan melalang di jelajah impian ku. Aku ingin menggapai tempat yang ku setting di Planing hidupku. Aku harus segera mengambil S2 di jurusan yang aku inginkan. Dan kembali ke Riau mendedikasikan semuanya. Tapi lagi-lagi benturan. Dan ini membuatku bête banget.
Aku lewati jalan Nangka rencana ku selanjutnya aku ingin ke Gobah, aku lebih memilih memakai jalan alternative melalui Jl.KH Ahmad Dahlan. Sampai di  Sudirman aku memutar melalui Jl Nangka, disini aku tersenyum sendirian mengngat kejadian ketika Aksi G14S kemarin di bawah hujan dan kedinginan tak sedikit pun mengurangi semangat kami kala itu. Ku tancapkan Gas motor melaju dalam kecepatan yang biasa-biasa saja. Trus masuk ke Jl. Ronggowarsito di sini memori ku kembali berputar mengingat beberapa minggu lalu. 2 hari aku menghabiskan waktu bersama para pejuang KAMMI di sini. Ingat kejadian pagi Sabtu itu, hari terakhir di sini. Di tengah keheningan subuh itu aku dan seorang akhwat harus mencari air untuk Wudhu ditambah lagi sang Akhwat itu udah gak tahan pengen ke toilet, kami pun mengambil inisiatif ke Mesjid Arfaunnas di UNRI Gobah. He..he.. kenangan-kenagan itu berputar seperti alunan musik mozard di kepala ku. Hal-hal yang seperti ini lah yang membuat ku mampu melupakan masalah-masalah dalam hidup. Aku pun rindu mereka, aku rindu suasasana pelatihan itu.
Aku sadar ini bukan saat yang tepat untuk sarapan, maka kuputuskan membeli Nasi bungkus dengan lauknya. Kuparkirkan motor ku di halaman sebuah rumah makan. Sebenarnya aku orang yang paling tidak suka dengan yang namanya Nasi bungkus. Aku suka ngeri melihat makanan yang dibalut dengan cabe yang merah dan kuah kari yang kental membuatku merinding. Ketika memilih lauk pun tidak sulit bagi ku. Aku tidak perlu melirik ikan-ikanan, gulai-gulaian,  cukup ayam saja favorit ku. Lagi-lagi sesuatu yang aneh pada diriku, dari dulu hingga sekarang aku sedikit pun tidak menyukai ikan yang dibakar atau di gulai. Aku membayangkan ikan-ikan dengan kepalanya itu hidup dalam mulutku, aku merasa diriku ini aneh bin ajaib. Suatu ketika anak KAMMI mengadakan acara Halal Bihalal mereka membakar lebih kurang 50 ekor ikan, mulai dari ikan Mas, ikan Nila ampe ikan Patin. Setelah ikan matang dan siap disantap aku mendadak takut bukan karena akan menyantapnya tapi aku takut mereka tersinggung kalau aku tidak memakan ikan bakar yang telah mereka sajikan. Aku takut mereka tidak tahu kalau aku tidak menyukai ikan-ikan itu. Syukurlah ketika akan disajikan nasi bungkus yang dibeli ikhwannya lengkap dengan lauk nya, bersama mereka aku menyantap makanan itu. Tanpa mereka ketahui kalau aku tidak memakan ikan yang telah mereka masak. Hal-hal ini lah yang selalu menghantui ku selama bertahun-tahun di sini. Ketika ada pelatihan aku sering merasa tertekan ketika tiba waktunya makan. Aku khawatir kalau mereka tidak bisa menerima kekurangan ku, aku takut mereka tersinggung dan menganggap aku tak mau makan makanan yang mereka buat. Padahal jujur dalam hati tidak ada sedikitpun aku berniat seperti itu. Setelah selesai membayar nasi bungkus ku aku pun lansung menancap gas menuju rumah. Aku lagi-lagi memilih jalan alternative agar segera sampai di rumah.
Sampai di rumah seperti biasa, sejak aku masih bayi hingga sekarang. Jam-jam segini rumah ku pasti tidak ada orang. Sepi hanya aku sendirian. Mama pulang sekitar jam 12 lewat. Kalo Papa sudah pasti sore. Nia dan Puput gendut gak jelas juga. Segera aku santap makanan ku, sambil melihat tayangan di TV. Di salah satu stasiun TV swasta mereka menayangkan program yang berjudul Ibu. Tayangan Inspiratif tentang kisah seorang Ibu. Aku teringat Mamaku, mungkinkah aku bisa seperti Ibu tersebut yang tetap setia menjaga Emak nya yang kini sudah berusia lanjut, pikun bahkan sudah tidak ingat lagi kepada anaknya. Bisakah aku seperti dia??? Kalau sekarang saja aku masih sering ngambek dan membuatnya sedih.  Bisakah aku menjadi Ibu yang baik bagi anakku kelak. Jika untuk dewasa saja aku masih tertatih, untuk banyak hal aku bahkan belum bisa sendiri. Bahkan sampai sekarang aku belum pandai  mencuci pakaian ku sendiri, ditambah lagi kondisi tangan ku yang patah ini sudah hampir setahun lebih aku tidak pernah melakukan pekerjaan-pekerjaan sejenis itu.
11.30 wib
Hari ini aku benar-benar merasa menjadi orang yang tidak produktif sedunia. Aku tidak bersemangat mau melakukan apapun. Padahal tugasku menumpuk. Proseding DM 2 belum juga selesai, tugas dari pembimbing ku pun belum aku selesaikan. Di Uir ada beberapa pekerjaan yang sebenarnya  ingin ku selesaikan. Tapi aku lagi tidak mOod mau ke UIR. Kejadian ahad lalu membuatku malas mau kesana. Bertemu dengan mereka, aku sesekali hanya ingin mengatakan bahwa aku juga punya perasaan tak ingin terus dibentak dengan suara besarnya, dengan sikap arogannya, dan sikapnya yang sering menyakitiku. Mungkin aku salah tapi aku punya alasan dengan sikap ku itu. Kalau saja dia tahu kenapa aku mempertanyakan soalan mereka di dalam kendaraan roda empat itu bersama-sama bukan karena aku ingin mengatakan bahwa mereka salah. Tidak sama sekali tetapi aku hanya khawatir padamu Ukhti. Bisakah kau yakinkan mereka Ikhwan-ikhwan itu kalau hati mereka baik-baik saja selepas perjalanan itu. Ukhti.. jangan katakan ini atas nama Dakwah, kalau kau tidak memahaminya. Mungkin aku juga tidak paham bahkan aku tahu kau jauh lebih diatas aku. Kau anak pondokan dan aku bukan. Kau dekat dengan kakak-kakak di kampus UIR itu dan aku tidak. Kau mengetahui banyak hal mengenai buruknya aku dan aku tidak. Bacaan al – quran mu bagus dan aku jauh dari bagus. Hanya satu yang aku tahu Ukhti bahwa ikhwan-ikhwan dan anti juga manusia. Yang bisa tergoda kapan saja. Itu saja yang sebenarnya ingin kuberi tahu padamu tapi sedikit pun kau tidak memberi kesempatan. Kau telah menyakiti hati ku ukhti.. dan aku tengah belajar untuk tidak menyakitimu sesungguhnya.
Tiba-tiba mataku mengantuk, aku putuskan untuk tidur. Dalam kondisi lagi “dihalalkan” untuk tidak sholat ini aku bisa mengambil posisi Pewe untuk tidur. Sambil menunggu Mama pulang aku baringkan tubuh ku diatas tempat tidur. Kamar Mama ku aku adalah tempat ternyaman kami semuanya. Adem dan menenangkan. Perjalanan ke kampus dan panam hari ini menguras energi ku. Sejak mengalami kecelakaan tahun lalu. sepertinya anti bodi ku berkurang. Aku sering merasa letih dan kelelahan yang sangat jika beraktifitas yang sebenarnya tidak terlalu berat  ditambah lagi Tangan patahku terasa ngilu, ketika posisi tidur tangan ku ini memang selalu mengalami kesulitan. Tapi entah mengapa sejak beberapa hari ini tangan ku  terasa bertambah sakit dan ngilu.
Pukul 12.30
Sayup-sayup kudengar bunyi bel rumahku, ooh.. rupanya Mama ku sudah pulang. Selesai kubukakan pintu aku melanjutkan tidur. Bahkan ketika mau tidur saja, kejadian pagi tadi masih membuntutiku. Ah.. aku sebel. Ya Allah hanya engkau yang maha mengetahui siapa aku. Padamu kupasrahkan semuanya.

Pukul 15.45 wib
Aku terjaga dari mimpi.. ah dasar Ria. Siang-siang tidur dan masih sempat bermimpin pula. aku turun dan kulihat tidak ada satu orang pun di rumah. Aku buat segelas Teh Manis pelepas dahaga. aku kembali naik ke atas. Masuk ke kamar dan aku hidupkan laptop kesayanganku. Modem berwarna putih aku colokkan ke tempatnya. Setelah connect aku buka opera kesayangan ku, menuju fb ku. Aku lihat ada beberapa pemberitahuan. Kebanyakan datang dari Group-group yang aku ikuti. Beberapa Group sudah aku leaving kan. Karena sering menganggu, apalagi kalau anggota Groupnya udah chating di room chat menganggu sekali. Karena banyak hal yang tidak penting yang mereka diskusikan. Demi kenyamanan aku keluarkan diriku. Sambil OL (istilah orang-orang) kukerjakan beberapa Tugas ku di word.
16.55 Wib
Papa Pulang
Naik ke atas dan menanyakan kemana Mama ku.. he..he.. mama ..mama
Tiba-tiba tante Lani mama Adit tetangga yang menyewa di rumah sebelah memanggil. Aku pun turun dan membukakan pintu. Weisss… ternyata beliau membawakan 2 mangkok soto yang kelihatannya sangat lezat. Asik.. pikirku. Rezeki memang tidak pernah disangka-sangka datangnya.
17.30 Wib
Mama Pulang.. rupanya beliau ke Rumah tante Iyus di Handayani. Rumah lama kami. Mama cerita kalau di sana beliau memasak Gulai ayam plus nangka muda. Ya mama suka sekali di rumah beliau. Rumahnya sederhana saja bahkan jauh sebenarnya dari sederhana. Tetapi keramahan Janda dengan empat anak itu yang membuat Mama betah bersamanya.
Pamfet kegiatan yang tadi malam aku  taq direspon oleh beberapa orang. Mereka diskusi dan memberi beberapa advice kepada ku dan Gigin selaku pelaksana acara. Ya.. beberapa orang mengkritisi kegiatan kami. Bagus sih tapi aku lihat orang itu sangat nyinyir dan lebih banyak teori saja. Ketika disodorin kegiatan dia malah berkilah.. he..he.. manusia..manusia.. !
Maghrib menjelang
Hari ini dengan pagi nya yang tidak menyenangkan membuatku sangat letih. Dan aku merasa adalah orang yang paling “Gak BAnget” dengan sedikit masalah tadi cukup menggambarkan kelemahan ku. Dan siapa aku. Ya Allah padamu kusandarkan hidup dan mati ku. Ya Allah kuatkan lah pundak ku menahan ini semua. Aku ingin menjelajah bumi untuk kuceritakan pada dunia akan keindahanMu. Ya Allah aku Ingin…
Coretan Hati

Ria Bustanudin

Senin, 19 September 2011

Aku belum belajar dari apa yang pernah aku lewati kemarin


Aku bahkan tak bisa menggambarkan atau menuliskan apa-apa tentang hidup ku, tidak ada yang bisa dibanggakan dari seorang Ria Bustanudin. Kebanggaan ku yah..hanya satu menyandang nama Papa ku di belakang nama ku, aku anak pertama dari 3 bersaudara. Usia kami tak terpaut jauh sehingga kami tumbuh dalam perbedaan usia yang tak terlalu mencolok, ada untung dan rugi nya, keuntungan nya kami bisa sering bertukar pakaian, tas, atau sepatu secara ukuran kaki dan badan juga rata-rata sama, lalu rugi nya aku bahkan tidak ingat lagi rasanya punya adik bayi karena saat adik-adik ku lahir saat itu juga aku masih sangat kecil. Itulah kenapa kami suka  ‘mengangkut’ anak  tetangga kerumah dan mengakui nya dengan tega sebagai adik kami.
Aku merasa aku adalah orang yang cukup (uppsss… cukup atau memang )  egois dan keras. Beberapa orang kesulitan untuk berinteraksi dengan ku, bahkan bertahun-tahun berkomunikasi pun kami selalu mentok dan tidak pernah sesuai. Hingga  mungkin ketika keletihan telah menghinggapinya,  dengan teganya dia  mengatakan kalau aku ini arogan dan angkuh.. 
Krick..
Sakit..
Tapi ya sudahlah mungkin benar adanya.

Aku memang tak memiliki teman yang benar-benar dekat dengan ku, tak seperti yang lainnya yang mempunyai banyak teman dekat, kepada siapa saja bisa lansung akrab. Tapi aku hanya memiliki  beberapa orang  yang benar-benar dekat , yang padanya ku bisa bercerita apa pun yang membuat ku merasa nyaman . Seseorang yang dengan nya  kuhabiskan waktu untuk bercerita dan saling mendengarkan. Bisa  di tepi pantai di tepi selat malaka (special untuk sahabat ku yang di pangkor_Frenny ), atau di tengah  keramaian kota sehabis melakukan aktivitas, ditemani sebotol coke rasa vanilla dan burger lezat langganan kami, di antara kerinduan kepada keluarga. Keletihan menjadi sirna jika telah bersama dia (sepotong episode di tengah kota Selangor_ Kak Uci I Miss You) eits.. bentar ya sebelum dilanjutkan aku Cuma mau mengatakan kalau disini yang special itu bukanlah seorang lelaki.  Kalau untuk poin ini aku hanya akan bercerita nanti ketika semua telah halal. Sehingga aku dan dia bisa saling menuliskan kisah di kehidupan ini, tanpa menyakiti atau mengkhianati yang menciptakan cinta itu. Dan yang pasti tak ada rasa bersalah ketika itu. Akan  kunobatkan dia sebagai cinta terakhir dalam hidupku, dimana pandangan itu hanya terpaut padanya dan aku pun berharap dia menjadikanku peraduan yang terakhir sebelum dia menghadap Tuhan kami.  kalaupun ada yang kedua (Ya Allah bahkan sampai hari ini aku belum bisa menjawab  untuk diri ku sendiri apakah aku bisa memberinya izin atau tidak. Walaupun tanpa izinku dia tetap bisa melakukannya) aku tetap ingin menjadi yang paling di sayangnya setelah Mu Tuhan kami dan dia. 
Waduh.. apa-apa ni kok jadi curhat hal yang belum pasti...
Pake bawa-bawa  nama seseorang yang masih dirahasiakan pula...
Kan belum tau juga siapa orangnya... 
Apakah dia seperti yang aku azzamkan itu...
Kan aku juga belum tau...
Kok berani-berani nya aku bercita-cita tentangnya...
Ah.. sudahlah ini kan hanya cita-cita kecil pada sosok besar  yang aku desain dalam khayalku
Aku tahu  Ya Allah siapa pun dia telah Kau persiapkan yang paling terbaik yang ada di dunia ini
Maka sampai tulisan ini ku tulis aku tak tahu apakah dengan membuat   Kriteria kecil tentangnya   Itu sebuah kesalahan besar.. 
Entahlah.. aku hanya berpegang pada kata guru ngajiku yang mengingatkan kami mengenai  hukum timbal balik bahwa yang berkulalitas pasti akan mendapatkan yang berkualitas.. tapi yak  kok lama-lama aku agak ragu kalau lihat banyak kenyataan di dekatku yang gak sesuai (hhmmm  sepertinya aku perlu berbicara lagi dengan beliau nih.. ^_^ maaf Mbak..) 
kembali lagi pada sahabat-sahabat ku yang pernah bersama dalam hidupku, sebenarnya aku tak ingin membedakan antara teman dekat dan teman biasa.  Bagi  ku siapa pun orang yang pernah hadir dalam hidup ku adalah orang-orang spesial yang membantu memberi warna pada perjalanan ini, siapapun dia dan bagaimanapun hubungan ku dengannya (baik atau buruk).
 Ketika masa-masa “jahiliyah” itu aku tinggalkan aku bertemu dengan banyak orang  luar biasa, di kampus aku bertemu dengan akademisi yang super, professor-profesor yang bikin aku harus berpikir njelimet setengah mati bahkan harus mengambil dua kali mata kuliah bersamanya, guru ngaji yang baik hati ada yang perhatian dan ada pula yang cuek, sauadara-saudara yang juga baik hati, pimpinan  ku di organisasi yang aku ikuti. Yang  sering beradu argument atau pendapat. Teman se”profesi” yang semua nya  tentu tidak sama  karakter dan sifat. Itulah dinamika walau terkadang sering aku menemukan kondisi dimana aku tak bisa menguasai diri ku sendiri untuk menyadari setiap orang itu berbeda bahkan terkadang terlambat. Aku pernah setahun bersama seseorang yang saat itu rasa-rasa nya aku udah gak tahan lagi bersamanya bukan karena dia gak cocok denganku tapi justru malah kebalikannya  (eits bukan VMJ loh sodara-sodara..) . Dia baik banget dengan ku dan sangat  santun jika berkomunikasi sehingga  kadang-kadang gak tega untuk men_skak dia kalo aku udah bête banget ma dia.
 (minjem istilah anak kota cuy..)
Nah.. temannya  dia yang juga teman  aku malah sering gak’ cocok dengan ku, yang pernah menyampaikan pendapatnya tentang diriku di hadapan peserta rapat “ udahlah jangan memaksakan orang lain menjadi seperti yang diinginkan”  dan itu  sempat diulang-ulang nya.. namun masa setahun bahkan lebih aku lewati bersama mereka. Ya.. lagi-lagi terima kasih deh  atas kalimatnya..
Lalu terkadang aku menemukan diriku tak bisa berkompromi dengan diri sendiri menahan egoku untuk tak mau bersama orang yang masuk kategori “nyebelin”.  He..he.. aku jadi teringat kata-kata seseorang tentang  PERBEDAAN dia mengatakan  bahwa kita harus menerima perbedaan itu dan itu sesuatu yang wajar nasehat orang tersebut.  Haloww… kamu kan laki-laki dan aku perempuan, berpikirnya aja kita udah pake instrument yang berbeda,  ini bukan masalah perbedan Men.. ini masalah perasaan. Emangnya enak tiap saat di curigai melulu, emang enak setiap ditelepon atau di sms dicuekin (emangnya hijab itu yang kayak gimana sih.. ampe-ampe balas sms gak mau), lalu apa mungkin bisa jalan kalau tiap hari saat bersama dengan mereka aku merasa tidak berguna, okey lah kamu mengatakan “perlakuan yang berbeda antara ” umum” dan “khusus” tapi bukan berarti si Dia itu  mengecilkan seseorang, Men.. akhwat juga punya perasaan (enak aja di mainin..!) ups.. sori agak emosi but I am still easy (gedubrakkk..).
Mungkin aku pengen sekali mengatakan  ini di hadapan dia (dan maaf aku tak bermaksud menyinggung siapa pun). Namun kok kayak nya gak ahsan gitu loh… lah jatuhnya aku curhat-curhatan ma dia dong.. gak mau ah.. biarlah begini. Aku memang egois bahkan asal kamu tahu keluarnya aku juga karena aku egois.
Banyak pelajaran yang  aku coba petik (ingat..coba) dan hari ini aku menyadari kalau aku belum banyak belajar dari apa yang pernah aku lewati kemarin, sebulan, setahun yang lalu atau tiga tahun yang lalu. Masih banyak yang ternyata kusia-sia kan. Bahkan  di tahun kelima lewat 2 bulan ini aku belum menamatkan kuliah ku. Harapan besar dari Papa dan Mama ku. Jika mendengar keluh kesah mereka rasanya ingin saat itu aku penjamkan mata dan berharap ketika membuka mata maka aku sudah berada di dalam gedung PKM. Dengan toga menunggu antrian nama ku di panggil. Tentu aku sangat merasa bersalah saat ini, aku merasa beban ini begitu berat, aku juga ingin wisuda secepatnya dan memenuhi harapan orang tua ku. Ya.. hari ini aku ingin berkata bahwa yang kubutuhkan adalah  motivasi bukan sekedar pertanyaan “kapan wisuda Ria?” itu menyudutkan ku, cobalah tanyakan padaku apa kendala yang tengah terjadi yang membuat ku belum juga wisuda, jika ada satu orang saja yang mau mendengar pernyataan ku, tanpa perlu dia memberi apa-apa maka aku sangat berterima kasih padanya. Kalau saja kalian tahu.. ehmmmm sok mengiba banget  sih.. jika  anggapan orang tentang kesuksesan itu terletak pada Wisuda cepat, kerja dapat, nikah tepat  maka aku bukan termasuk pada kaum yang sukses. Dan malangnya setiap hari aku bertemu dengan orang-orang yang prinsip hidupnya dilandasi empat hal tersebut.
Ehmmmm dan walaupun semua ini berat pantang bagi ku untuk diam dan senyap..
Hari gini gak ngapa-ngapain..rugi banget deh.
Seperti air jika diam akan busuk maka atas dasar teori itu aku tidak boleh pernah berhenti. Pertemuan ku dengan ustazah ku setiap minggu atau di tempat-tempat kegiatan keislaman kembali memunculkan gairah hidup. Ustazah yang solehah, yang di separuh usianya tak pernah stagnan, dimana pun, kapan pun dan dalam kondisi apapun tetap berbuat untuk orang lain. Oh.. ustazah ku yang kupanggil Ibu  bahkan aku makin mencintai mu kala aku melihat mu di bawah terik panas bersama kami  engkau bergabung dalam barisan mereka yang tengah berdemo. Ya Allah cintai lah Ustazah kami, karena dia pun sangat mencintaimu, dan aku tahu pasti ya Allah… bahwa Engkau pasti tahu kala itu beliau tengah dalam kondisi sakit. Lalu alasan apa yang membuat aku yang masih muda (ceile..) dan tidak ada kendala enggan turun.
Hmmmm.. cintai lah ustazah mu sauadara-saudari ku orang yang saat ini  kau panggil Kakak, Mbak atau Ibu (belajar dari masa lalu ku yang sering menuntut ini dan itu pada dia) dia yang sama dengan mu juga memiliki kekurangan (ya Allah.. lagi-lagi aku sering terlambat menyadari hal ini). Dan untuk sauadara-saudara ku yang cantik hati dan wajahnya (special untuk mereka di zona UIR I), yang setiap hari membuat ku tersenyum. Kalian sahabat ku, kalian yang tahu baik – buruk nya aku, sering mengacau di kamar ku, yang jilbab ku belum dikembalikan..he..he..(woi kembaliin dong) but, barang-barang mereka juga banyak bersama ku, he..he.. .  Yang  di tengah malam mereka masih terjaga  mengunting, memotong atau ngeprint atau pun mereka yang gak segan-segan ngangkatin barang berat dalam boncengan sepeda motor nya.. kadang-kadang aku salut tapi kadang aku heran liatin nya.. kelihatan banget loh masa lalu nya bagaimana..he..he..! 
untuk sahabat seangkatan ku yang udah pada wisuda dan yang belum.. yang chesmitri (tulisannya bener gak kayak gini ) pas..(karena satu angkatan kali..). untuk mereka angkatan yang aneh itu ..angkatan berapa itu ya.. kalo gak salah 2007 (^_^)  dalam ketegasan dan keras lah aku mencintai kalian, kadang  kenapa aku tak mengangkat telepon (ya.. karena aku sibuk..secara gitu loh.. Narsisbgt_com ) tapi aku yakin kalian sayang banget kan ma aku ???  Kita emang gokil dan itulah kita.. (ayo kita perbaiki.. banyak yang gak sreg ma cara kita loh..). dan untuk akhwat aneh yang kalo berdua ma dia sering terjadi kejadian yang memalukan.. aku gak perlu memuji kamu kan,, biarlah Allah yang memuji ketulusan kamu  dan aku tahu kamu memang tulus ( menanggapi Komplainnya pada ku yang katanya tak pernah memujinya), dan pada adik-adik ku yang aku lihat lebih dewasa daripada diriku, doakan kakak mu ya dek..(untuk doa-doa tertentu yang lagi diinginkan) adik-adik di rumah, sepupu-sepupu, ponakan-ponakan,  Handayani, 2008_2010, IRMA n all. Ajari aku untuk dewasa ya.
Dan ini lah aku,  diriku tengah lagi berproses, kekurangan di sana – sini yang aku coba perbaiki bersama keinginan membangun mimpi tentang kehidupan. Tentang pertemuan ku kelak dengan Tuhan ku, dengan Rasulku, dan bersama orang tua ku juga pecinta JalanMu. Aku dengan kekurangan dan kelebihan ingin hidup bersama lelaki soleh yang berpegang teguh pada ajaran dan merindukan kematian di Jalan Mu (poin yang paling di sukai Puspita Harapan tentang aku)
 Dan ketika kematian menjemputku aku ingin dia Ridho atas diriku dan dia menyayangi ku. Tentang Negara ini dan rakyatnya  nya, aku sangat bangga menjadi bagian dari mu negeriku , aku dan saudara-saudaraku yang turun ke jalan (KAMMI dan seluruh elemen mahasiswa, LSM, partai-partai yang bersih ) akan terus berbuat untuk mu Indonesia ku.





Aku bahkan tak bisa menggambarkan atau menuliskan apa-apa tentang hidup ku, tidak ada yang bisa dibanggakan dari seorang Ria Bustanudin. Kebanggaan ku yah..hanya satu menyandang nama Papa ku di belakang nama ku, aku anak pertama dari 3 bersaudara. Usia kami tak terpaut jauh sehingga kami tumbuh dalam perbedaan usia yang tak terlalu mencolok, ada untung dan rugi nya, keuntungan nya kami bisa sering bertukar pakaian, tas, atau sepatu secara ukuran kaki dan badan juga rata-rata sama, lalu rugi nya aku bahkan tidak ingat lagi rasanya punya adik bayi karena saat adik-adik ku lahir saat itu juga aku masih sangat kecil. Itulah kenapa kami suka  ‘mengangkut’ anak  tetangga kerumah dan mengakui nya dengan tega sebagai adik kami.

Aku merasa aku adalah orang yang cukup (uppsss… cukup atau memang )  egois dan keras. Beberapa orang kesulitan untuk berinteraksi dengan ku, bahkan bertahun-tahun berkomunikasi pun kami selalu mentok dan tidak pernah sesuai. Hingga  mungki ketika keletihan telah menghinggapinya,  dia dengan teganya mengatakan pada ku kalau aku aku ini arogan dan angkuh..

Krick..

Sakit..

Tapi ya sudahlah mungkin benar adanya.

Aku memang tak memiliki teman yang benar-benar dekat dengan ku, tak seperti yang lainnya yang mempunyai banyak teman dekat, kepada siapa saja bisa lansung akrab. Tapi aku hanya punya  beberapa orang-orang yang benar-benar dekat , yang padanya ku bisa bercerita apa pun yang membuat ku merasa nyaman dan enjoy. Seseorang yang terkadang kami habiskan waktu untuk bercerita dan saling mendengarkan bisa di tepi pantai di tepian selat malaka (special untuk sahabat ku yang di pangkor_Frenny ), atau di antara keramaian kota sehabis melakukan aktivitas, ditemani sebotol coke rasa vanilla dan burger lezat langganan kami, di antara kerinduan kepada keluarga, keluh dan kesah. Dan  keletihan menjadi sirna jika telah bersama dia (sepotong episode di tengah kota Selangor_ Kak Uci I Miss You) eits.. bentar ya sebelum dilanjutkan aku Cuma mau mengatakan kalau disini yang special itu bukan seorang laki-laki  kalau untuk poin ini aku hanya akan bercerita nanti ketika semua telah halal sehingga aku dan dia bisa saling menuliskan kisah di kehidupan ini, tanpa menyakiti atau mengkhianati yang menciptakan cinta itu. Dan yang pasti tak ada rasa bersalah ketika itu. Akan  kunobatkan dia sebagai cinta terakhir dalam hidupku, dimana pandangan itu hanya terpaut padanya dan aku pun berharap dia menjadikanku peraduan yang terakhir sebelum dia menghadap Tuhan kami.  kalaupun ada yang kedua (Ya Allah bahkan sampai hari ini aku belum bisa menjawab  untuk diri ku sendiri apakah aku bisa memberinya izin  walaupun tanpa izinku dia tetap bisa melakukannya) aku tetap ingin menjadi yang paling di sayangnya setelah Mu Tuhan kami dan dia.

Waduh.. apa-apa ni kok jadi curhat hal yang belum pasti

Pake bawa-bawa  nama seseorang yang masih dirahasiakan pula

Kan belum tau juga siapa orangnya

Apakah dia seperti yang aku azzamkan itu

Kan aku juga belum tau

Kok berani-berani nya aku bercita-cita tentangnya

Ah.. sudahlah ini kan hanya cita-cita kecil pada sosok besar  yang aku desain dalam khayalku

Aku tahu Allah siapa pun dia telah Kau persiapkan yang paling terbaik yang ada di dunia ini

Maka sampai tulisan ini ku tulis aku tak tahu apakah dengan membuat Kriteria kecil tentangnya  

Itu sebuah kesalahan besar..

Entahlah.. aku hanya berpegang pada kata guru ngajiku yang mengingatkan kami mengenai

hukum timbal balik bahwa yang berkulalitas pasti akan mendapatkan yang berkualitas.. tapi yak

kok lama-lama aku agak ragu kalau lihat banyak kenyataan di dekatku yang gak sesuai (hhmmm

sepertinya aku perlu berbicara lagi dengan beliau nih.. ^_^ maaf Mbak..)

kembali lagi pada sahabat-sahabat ku yang pernah bersama dalam hidupku, sebenarnya aku tak ingin membedakan antara teman dekat dan teman biasa.  Bagi  ku siapa pun orang yang pernah hadir dalam hidup ku adalah orang-orang spesial yang membantu memberi warna pada perjalanan ini, siapapun dia dan bagaimanapun hubungan ku dengannya (baik atau buruk).

 Ketika masa-masa “jahiliyah” itu aku tinggalkan aku bertemu dengan banyak orang  luar biasa, di kampus aku bertemu dengan akademisi yang super, professor-profesor yang bikin aku harus berpikir njelimet setengah mati bahkan harus mengambil dua kali mata kuliah bersamanya, guru ngaji yang baik hati yang perhatian dan yang cuek, sauadara-saudara yang juga baik hati, pimpinan  ku di organisasi yang aku ikuti. Yang  sering beradu argument atau pendapat kalo udah mentok nih ku keluarkan  jurus seribu  air mata ( tapi ini tanpa di rekayasa loh sodara-sodara) atau teman se”profesi” yang semua nya  tentu tidak sama  karakter dan sifat. Itulah dinamika walau terkadang sering aku menemukan kondisi dimana aku tak bisa menguasai diri ku sendiri untuk menyadari setiap orang itu berbeda bahkan terkadang terlambat. Aku pernah setahun bersama seseorang yang saat itu rasa-rasa nya aku udah gak tahan lagi bersamanya bukan karena dia gak cocok denganku tapi justru malah kebalikannya  (eits bukan VMJ loh sodara-sodara..) . Dia baik banget dengan ku dan sangat  santun jika berkomunikasi sehingga  kadang-kadang gak tega untuk men_skak dia kalo aku udah bête banget ma dia.

 (minjem istilah anak kota cuy..)

Nah.. sohibnya dia yang juga sohib aku malah sering gak’ cocok dengan ku, yang pernah menyampaikan pendapatnya tentang diriku di hadapan peserta rapat “ udahlah jangan memaksakan orang lain menjadi seperti yang diinginkan”  dan itu  sempat diulang-ulang nya.. namun masa setahun bahkan lebih aku lewati bersama mereka. Ya.. lagi-lagi terima kasih deh  atas kalimatnya..

Lalu terkadang aku menemukan diriku tak bisa berkompromi dengan diri ku sendiri menahan egoku untuk tak mau bersama orang yang masuk kategori “nyebelin” he..he.. aku jadi teringat kata-kata seseorang tentang  PERBEDAAN dia mengatakan  bahwa kita harus menerima perbedaan itu dan itu sesuatu yang wajar nasehat orang tersebut.  Haloww… kamu kan laki-laki dan aku perempuan, berpikirnya aja kita udah pake instrument yang berbeda,  ini bukan masalah perbedan Men.. ini masalah perasaan. Emangnya enak tiap saat di curigai melulu, emang enak setiap ditelepon atau di sms dicuekin (emangnya hijab itu yang kayak gimana sih.. ampe-ampe balas sms gak mau), lalu apa mungkin bisa jalan kalau tiap hari saat bersama dengan mereka aku merasa tidak berguna, okey lah kamu mengatakan “perlakuan yang berbeda antara ” umum” dan “khusus” tapi bukan berarti si Dia itu  mengecilkan seseorang, Men.. akhwat juga punya perasaan (enak aja di mainin..!) ups.. sori agak emosi but I am still easy (gedubrakkk..).

Mungkin aku pengen sekali mengatakan  ini di hadapan dia (dan maaf aku tak bermaksud menyinggung siapa pun). Namun kok kayak nya gak ahsan gitu loh… lah jatuhnya aku curhat-curhatan ma dia dong.. gak mau ah.. biarlah begini. Aku memang egois bahkan asal kamu tahu keluarnya aku juga karena aku egois.

Banyak pelajaran yang  aku coba petik (ingat..coba) dan hari ini aku menyadari kalau aku belum banyak belajar dari apa yang pernah aku lewati kemarin, sebulan, setahun yang lalu atau tiga tahun yang lalu. Masih banyak yang ternyata kusia-sia kan. Bahkan  di tahun kelima lewat 2 bulan ini aku belum menamatkan kuliah ku. Harapan besar dari Papa dan Mama ku. Jika mendengar keluh kesah mereka rasanya ingin saat itu aku penjamkan mata dan berharap ketika membuka mata maka aku sudah berada di dalam gedung PKM dengan toga menunggu nama ku di panggil. Tentu aku sangat merasa bersalah saat ini, aku merasa beban ini begitu berat, aku juga ingin wisuda secepatnya dan memenuhi harapan orang tua ku. Ya.. hari ini aku ingin berkata bahwa yang kubutuhkan adalah  motivasi bukan sekedar pertanyaan “kapan wisuda Ria?” itu menyudutkan ku, cobalah tanyakan padaku apa kendala yang tengah terjadi yang membuat ku belum juga wisuda, jika ada satu orang saja yang mau mendengar pernyataan ku, tanpa perlu dia memberi apa-apa maka aku sangat berterima kasih padanya. Kalau saja kalian tahu.. ehmmmm sok mengiba banget  sih.. jika  anggapan orang tentang kesuksesan itu terletak pada Wisuda cepat, kerja dapat, nikah tepat  maka aku bukan termasuk pada kaum yang sukses. Dan malangnya setiap hari aku bertemu dengan orang-orang yang prinsip hidupnya dilandasi empat hal tersebut.

Ehmmmm dan walaupun semua ini berat pantang bagi ku untuk diam dan senyap..

Hari gini gak ngapa-ngapain..rugi banget deh.

Seperti air jika diam akan busuk maka atas dasar teori itu aku tidak boleh pernah berhenti. Pertemuan ku dengan ustazah ku setiap minggu atau di tempat-tempat kegiatan keislaman kembali memunculkan gairah hidup. Ustazah yang solehah, yang di separuh usianya tak pernah stagnan, dimana-mana, kapan pun dan dalam kondisi apapun tetap berbuat untuk orang lain. Oh.. ustazah ku yang kupanggil Ibu  bahkan aku makin mencintai mu kala aku melihat mu di bawah terik panas bersama kami  engkau bergabung dalam barisan mereka yang tengah berdemo. Ya Allah cintai lah Ustazah kami, karena dia pun sangat mencintaimu, dan aku tahu pasti ya Allah… bahwa Engkau pasti tahu kala itu beliau tengah dalam kondisi sakit. Lalu alasan apa yang membuat aku yang masih muda (ceile..) dan tidak ada kendala enggan turun.

Hmmmm.. cintai lah ustazah mu sauadara-saudari ku orang yang saat ini  kau panggil Kakak, Mbak atau Ibu (belajar dari masa lalu ku yang sering menuntut ini dan itu pada dia) dia yang sama dengan mu juga memiliki kekurangan (ya Allah.. lagi-lagi aku sering terlambat menyadari hal ini). Dan untuk sauadara-saudara ku yang cantik hati dan wajahnya (special untuk mereka di zona UIR I), yang setiap hari membuat ku tersenyum. Kalian sahabat ku, kalian yang tahu baik – buruk nya aku, sering mengacau di kamar ku, yang jilbab ku belum dikembalikan..he..he..(woi kembaliin dong) but, barang-barang mereka juga banyak bersama ku, he..he.. .  Yang  di tengah malam mereka masih terjaga  mengunting, memotong atau nge print atau mereka yang gak segan-segan ngangkatin barang berat (pantang menunggu ikhwan) dalam boncengan sepeda motor nya.. kadang-kadang aku salut tapi kadang aku heran liatin nya.. kelihatan banget loh masa lalu nya bagaimana..he..he..!

untuk sahabat seangkatan ku yang udah pada wisuda dan yang belum.. yang chesmitri (tulisannya bener gak kayak gini ) pas..(karena satu angkatan kali..). untuk mereka angkatan yang aneh itu ..angkatan berapa itu ya.. kalo gak salah 2007 (^_^)  dalam ketegasan dan keras lah aku mencintai kalian, kadang  kenapa aku tak mengangkat telepon (ya.. karena aku sibuk..secara gitu loh.. Narsisbgt_com ) tapi aku yakin kalian sayang banget kan ma aku ???  Kita emang gokil dan itulah kita.. (ayo kita perbaiki.. banyak yang gak sreg ma cara kita loh..). dan untuk akhwat aneh yang kalo berdua ma dia sering terjadi kejadian yang memalukan.. aku gak perlu memuji kamu kan,, biarlah Allah yang memuji ketulusan kamu  dan aku tahu kamu memang tulus ( menanggapi Komplainnya pada ku yang katanya tak pernah memujinya), dan pada adik-adik ku yang aku lihat lebih dewasa daripada diriku, doakan kakak mu ya dek..(untuk doa-doa tertentu yang lagi diinginkan) adik-adik di rumah, sepupu-sepupu, ponakan-ponakan,  Handayani, 2008_2010, IRMA n all. Ajari aku untuk dewasa ya.

Dan aku diriku tengah lagi berproses, kekurangan di sana – sini yang aku coba perbaiki bersama keinginan membangun mimpi tentang kehidupan. Tentang pertemuan ku kelak dengan Tuhan ku, dengan Rasulku, dan bersama orang tua ku juga pecinta JalanMu. Aku dengan kekurangan dan kelebihan ingin hidup bersama lelaki soleh yang berpegang teguh pada ajaran dan merindukan kematian di Jalan Mu (poin yang paling di sukai Puspita Harapan tentang aku)

 Dan ketika kematian menjemputku aku ingin dia Ridho atas diriku dan dia menyayangi ku. Tentang Negara ini dan rakyatnya  nya, aku sangat bangga menjadi bagian dari mu negeriku , aku dan saudara-saudaraku yang turun ke jalan (KAMMI dan seluruh elemen mahasiswa, LSM, partai-partai yang bersih ) akan terus berbuat untuk mu Indonesia ku.