Total Tayangan Halaman

Senin, 18 Juni 2012

Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis.

Saya Belajar


Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai.

Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tehun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menhancurkannya.

Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik.

Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian pada saya.

Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa tumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa di antaranya melahirkan cinta sejati.

Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya.

Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain, kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus-menerus.

Saya belajar, bahwa lingkungan dapat memengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang telah saya lakukan.

Saya belajar, bahwa dua menusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang bebeda.

Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya.

Saya belajar, bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati.

Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya.

Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis.

Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering di ambil segera dari kehidupan saya.

Selamat belajar.

Sumber : Net 


Minggu, 17 Juni 2012

Kenapa harus marah Ria

Alhamdulillah hari ini masih diberi Allah kemudahan dan rezeki untuk menjalani aktifitas seperti biasanya, teringin pula hati kembali menulis tentang sesuatu yang terasa, walau saya tak tahu apa gunanya semuanya ini. Tapi itulah passion, itulah cinta, semuanya tak bisa ditebak, semuanya tak bisa direncanakan semuanya akan mengalir begitu saja, begitupun kesukaan pada kegemaran yang satu ini. Yak.. menulis, bagi seorang Ria menulis adalah sahabat, ada gairah, ada kekuatan dimana ketika lisan sulit untuk mengatakan sesuatu maka tulisan ini menjadi sahabat yang tak tergantikan. 

********
Kenapa harus marah Ria

       Seiring berjalannya waktu semakin banyak saja yang terasa makin menyesakkan perjalanan ini, ketika semuanya terasa semakin menjadi extraordinary, bahkan untuk menterjemahkan pun rasanya sulit sekali, seperti sakit di kepala ini yang tak kunjung hilang, walau telah ditangkal dengan minum juice tanpa gula dan susu, beristirahat cukup, mencari cela agar bisa sejenak untuk menghilangkannya, ke dokter bukan lah jawaban untuk menjawabnya karena dokter pun pasti tahu, resep sesungguhnya ada pada diri sendiri  ku. Tanpa harus ke sana pun aku sudah tahu apa jawabanya semua ini, tapi entah mengapa aku masih membiarkan dia si sakit itu ada di sini.
Aku sebenarnya yakin bahwa aku hanya tengah diuji oleh Allah dengan sedikit kesulitan, bukankah diluar sana jauh di sudut-sudut keremangan  malam itu lebih banyak yang diuji oleh Allah jauh berkali lipat dari apa yang kuhadapi ini. Lalu  buat apa aku marah dengan semua keadaan ini, buat apa aku menangis ketika semuanya hanya sedikit  terasa menyesakkan, bukan kah semua nya harus dihadapi mengapa aku harus bersedih, mengapa aku harus meratapi apa yang terjadi jika disini. Sesungguhnya  persoalan itu satu persatu mulai terurai sedikit demi sedikit menuju ke hulu meninggalkan mu,
Teringat ketika aku  berkelahi dengan anak tetangga maka kami kakak beradik saling membela, balas memukuli anak itu, yang kemudian anak itu bisa kita kalahkan karena dia tak punya adik atau kakak yang akan membantunya, tapi lihatlah ketika itu kita mampu tetap survive, Sepeda yang dibelikan untuk kita satu perorang tak lupa diberi boncengan agar bisa membawa si Gendut Puput dibelakangnya, dan papa juga selalu menambahkan keranjang didepannya agar kita bisa menaruh mainan atau minuman ketika pergi bermain.  Tak ada ketakutan ketika itu untuk melawan mereka yang menyakiti ku atau adikku, dengan beraninya kami menantang mereka satu persatu, ketika mainan kami dirampas, maka kami akan merebutnya kembali. Hmm.. semua tentang keberanian  juga semuanya tentang hal yang menyenangkan di masa lalu ku, ketika kebersamaan menjadi tolak ukur kebahagiaan itu, kini setelah hampir beberapa tahun kita disibukkan dengan semua aktifitas maka entah mengapa beberapa bulan ini kita kembali menjadi dekat  lagi, kesibukkan pun mampu kita kalahkan untuk bersama kita hadapi.
Lalu mengapa aku juga harus marah pada mereka yang tak peduli pada ku, bukan kah mereka juga paling tahu bahwa aku adalah orang yang paling tak pedulian dengan mereka. Atau saat ini kesibukan kami masing-masing telah menyita ribuan perhatian yang aku harapkan ketika aku merasa bahwa betapa semua ini menyakitkan.
Hufftttt lagi – lagi tulisan tentang keluhan, tentang hal – hal kecil yang diperbesarkan.. hmmm.. k apankah bilanya aku menjadi seseorang yang kuat, tidak cengeng, dan berani menghadapi kenyataan dalam hidup ini. Ternyata aku masih sama penakutnya seperti dulu, bahkan untuk mematahkan sebatang sumpit yang terbuat dari bamboo dalam acara TOT Kemenpora setahun yang lalu saja aku tak berani, ketika ratusan peserta saat itu bisa dengan mudahnya mengapa untuk satu sumpit saja aku tak mampu, dan lebih parahnya untuk memecahkan sebuah balon saja aku tak berani.
Hmmm. Kapankah waktu untuk menjadi berani itu datang, kapankah bisa aku tidur dengan mematikan lampu kamar sendirian, jika bayang-bayang kengerian di hari pertama pisah tidur dengan Nia itu tak pernah bisa hilang dalam hidupku.  lalu kapan aku bisa berfikir bahwa jika Allah telah mentakdirkan kecelakaan maka di mana saja bisa terjadi, lalu mengapa jika setiap melewati lokasi tempat kecelakaan itu aku masih ketakutan, bulu kudukku berdiri, ketakutan itu makin menjadi-jadi. Bahkan tak jarang aku bergidik dan berteriak sendirian.. Oh ya Allah adakah orang yang lebih penakut dari pada ku. Siapa kah yang mampu mengajari ku untuk menjadi berani, jika aku selalu saja merasa disini sendirian, dalam ruang fatamorgana ini.
 Kapan kah aku menjadi benar-benar kuat menantang  kehidupan ini. Kapan kah semua ketakutan itu hilang, ketakutan akan dikecewakan, ketakutan akan ditinggalkan, disakiti, dan dikhianati. Bukankah banyak hal telah aku lewati, bahkan sakitnya jarum suntik berisi cairan pedih yang masuk ke tubuhku selama 4 hari itu telah aku rasakan, bukan kah aku telah melewati lorong – lorong ruang operasi itu, bahkan pernah dua kali berada di sana dalam keadaan “mati” bukankah telah lewati rangkaian  kengerian itu, lalu mengapa masih saja masih jadi penakut, takut menghadapi kenyataan.
Dan jangan pernah marah tentang semua yang pernah terjadi kemarin, keluarga ini,  dan mereka., hadapi hidup ini, hanya dalam hitungan bulan saja kau akan segera meninggalkan mimpi buruk  ini, maka berjalanlah Ria, semua mimpi-mimpi itu satu persatu telah terwujud… lihatlah Ria bukalah matamu, bukan kah satu persatu cita-cita telah hampir tersingkap, dan sinarnya telah menyilaukan mata, lalu kenapa harus takut untuk menyingkap tirai-tirai itu. Come on  Ria.. bukankah nasehat  bintang tadi malam telah cukup untuk meyakin kan mu.. lihatlah pagi ini dia keletihan karena tadi malam menemani untuk menyeka air mata, tak kan ingin kau senangkan hati nya sedikit saja, ayo lah Ria.. semua cita-citamu tentang konfigurasi itu harus diwujudkan.
Mereka menantimu. Bukankah ada Allah disini Ria, yang tak pernah meninggalkan mu barang sedikit saja, ketika  perawat itu memapahmu ke dalam ruang operasi, ketika mereka menyuntikkan cairan yang membuat mu tak sadar yang pedihnya melewati tenggorokan dan membuat mu mual lalu saat kau tak sadarkan diri bukankah Allah telah mengenggam tangan mu bahkan memberi bonus dengan kehadiran mama di saat kau sadar, Allah yang tak pernah menyakitimu bahkan Dia yang mengobati luka yang ditorehkannya, mereka yang terus saja tak pernah bosan memberi mu rasa sakit.
Dia yang membalutnya dalam sebuah janji yang telah pasti, dia yang mengabulkan doa-doa mu tentang semua ini  tentang kelukaan ini, tentang semua yang terjadi ini. Ria.. yakinlah.. buanglah semua ketakutan itu, hadapi mimpi, berdirilah di bawah matahari itu dan lihatlah keatas, bahwa disana semua keharuman itu telah disediakan. Disini bersama cinta Allah, cinta Murobbi mu, cinta keluarga ini, cinta saudara-saudara ku di KAMMI. Hey.. lupakan mereka yang membuat mu sedih, buang lah buruk sangka kepada mereka yang pernah menyakitimu, hapuslah semua kenangan yang menyakiti mu, maafkan lah mereka, maka siap-siap lah menjemput cita-cita itu..

Pekanbaru, 15 Juni 2012
Di semua kenangan tentang ketakutan yang tengah (belajar) untuk ditinggalkan

Kamis, 14 Juni 2012

resep masakan yang diperlombakan dalam lomba memasak yang diadakan oleh Pengurus daerah KAMMI Riau



Bal-Bal Tempe

Kreasi Kader KAMMI Komsiariat UIN Suska

Bahan
1.       Tempe
2.       Tepung terigu
3.       Tepung roti (panir)
4.       Keju
5.       Telur ½ butir
6.       Bawang merah
7.       Bawang putih
8.       Seledri
9.       Daun bawang
10.   Minyak goreng
11.   Merica
12.   Penyedap
13.   Garam
Cara membuat
1.       Tempe di potong lalu rebus sebentar, setelah itu tiriskan
2.       Lalu tempe di haluskan dengan menggunakan sendok garpu
3.       Lalu haluskan bumbu seperti bawang merah, bawang putih
4.       Masukkan bumbu halus ke dalam adonan tempe tadi tambahkan seledri, daun bawang tambahkan garam dan merica
5.       Tambah kan irisan keju dan telur
6.       Lalu bentuk sebesar kelereng adonan yang tadi telah diuleni (atau bisa dibentuk sesuai selera)
7.       Goreng dalam minyak ½ panas, goreng sampai masak
8.       Tiriskan
9.       Tusuk – tusuk menggunakan tusuk sate
10.   Sajikan dengan saus sambal / tomat




Jus Pokat kahwe

Bahan
1.       Alpokat
2.       Susu
3.       Serbuk kopi
4.       Biskuit coklat (haluskan)
5.       Biskuis Coklat batang (untuk hiasan)
6.       Gula
7.       Air
Cara membuat
1. Buat jus alpokat dengan menggunakan alpokat yang ada tambah co
2. seduh serbuk kopi dengan air panas
3. masukkan sedikit saja cairan kopi kedalam gelas saji ditambah dengan biscuit yang sudah dihaluskan
4.dilanjutkan menuangkan jus alpokat  hingga gelas terisi penuh
5.siap disajikan, beri hiasan.

Bal-bal : bahasa masyarakat Natuna untuk menyebut benda yang berbentuk bulat
Kahwe : Kopi (bahasa Natuna)
Natuna : Kabupaten Natuna merupakan salah satu kabupaten termuda di Indonesia yang lahir di era reformasi dan otonomi daerah. kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Riau yang secara resmi terbentuk dengan dasar Undang-undang Nomor 53 Tahun 1999, pusat ibu kotanya Ranai di Pulau Bunguran besar, sebagai ibu kota kabupaten.


Tempe Gulung


Karya Kader KAMMI Komisariat Al Adiyat Universitas Islam Riau

Bahan isi

1.       Tempe (cincang halus)
2.       Wortel
3.       Kentang
4.       Ayam cincang
5.       Bawang bombai
6.       Daun bawang
7.       Daun seledri
8.       Garam
9.       Gula
10.   Minyak untuk menumis
Bahan kulit
Kulit lumpia
Cara membuat :
1.       Tumis semua bahan isi seperti membuat isi an untuk lumpia setelah adonan masak, sisihkan tunggu dingin
2.       Setelah itu masukkan adonan ke dalam kulit lumpia bentuk persegi empat
3.       Panaskan minyak goreng dan goreng hingga berwarna kuning keemasan
4.       Sajikan dengan saus sambal/tomat

Rabu, 13 Juni 2012

Bersaing Secara Sehat dan Kompetitif (diterbitkan di Media Haluan Riau)


Bersaing Secara Sehat dan Kompetitif
(diterbitkan di Media Haluan Riau) 

net
Berkembangnya Usaha Kecil Menengah (UKM)  di Kota Pekanbaru khususnya dan Riau umumnya menunjukkan geliat perekonomian yang bangkit setelah  otonomi daerah, jika dikaji secara teoritis pesatnya pembangunan Kota saat ini turut meningkatkan  income perkapita masyarakat sehingga membuka peluang berbagai usaha kecil dan menengah untuk berkembang saat ini.
Berbagai peluang ekonomi kini terbuka lebar menyonsong perubahan tantangan dan kemudahan akses. Sebagai contoh untuk di Kota Pekanbaru saat ini bisnis usaha menengah  yang paling banyak tersebar hampir di seluruh tempat adalah bisnis kuliner dan konveksi. Membanjirnya para pengusaha makanan membuat usaha ini paling diminati. Tingginya tingkat konsumsi masyarakat juga menjadi salah satu pemicu berkembangnya. Tentunya ini adalah sesuatu yang menggairahkan untuk tumbuh dan berkembangnya kota Pekanbaru menjadi kota metropolitan.
semakin banyaknya UKM yang bergerak aktif tentu harus besinergi dengan dukungan pemerintah terhadap para pengiat UKM ini.  Turut serta pemerintah menjadi suntikan semangat untuk mereka. Pengusaha dengan modal kecil menjadi prioritas untuk di kembangkan agar mampu  berkembang dan kemudian mampu menyerap tenaga kerja yang membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran juga, . Pengusaha dengan modal besar pun harus menjadi tentor yang baik untuk membantu para pengusaha dengan modal kecil.  Kemajuan ekonomi suatu daerah tentu akan berimbas dengan kemajuan daerah tersebut. Jika perekonomian nya berjalan lancar maka pendapatan masyarakat akan semakin meningkat.
Pekanbaru saat ini dengan UMP sebesar  diatas rata-rata beberapa kota lainnya di Indonesia turut menjadi tujuan para  wirausahawan untuk membuka “lapak”  nya di kota Pekanbaru, mau tidak mau maka masyarakat tempatan pun harus siap bersaing dengan para pendatang, selain mengembangkan UKM  maka perlu juga dikembangkan ekonomi kreatif. Disini peran pemerintah harus maksimal untuk menjadi pendamping, mulai dari bantuan modal usaha hingga pendistribusian produk. Jika melihat provinsi lain ekonomi kreatif justru menjadi tulang punggung perekonomian disuatu daerah tersebut. Mulai dari sesuatu yang dipandang tidak mungkin untuk diolah justru malah menjadi seuatu yang bermanfaat misalnya pengolahan barang bekas menjadi barang bernilai ekonomis tinggi.
Satu hal yang juga membuat usaha kecil menengah saat ini semakin berkembang salah satu factor nya adalah kemudahan mengakses teknologi, promosi usaha/produk yang sekarang bisa dilakukan secara on – line turut menjadi pemacu berkembanngya. Siapapun sekarang bisa menjadi pengusaha dan bisa dengan menjual produk tanpa harus menyewa gerai atau harus memilki modal besar dulu. Siapa pun bisa memulainya dari Mahasiswa bahkan Ibu rumah tangga. Tinggal bagaimana keseriusan sang pengusaha mengelola usahanya. Tentunya ini sesuatu yang menarik dan membuka peluang siapa saja untuk memulai nya.
Pemerintah dalam hal ini harusnya pun serius membantu permodalan, dan membuka seluas-luasnya kran usaha mempermudah izin dan turut membantu promosi. Jika saat ini ada PNPM yang menjadi pendamping dan membantu permodalan maka pengelolaanya pun harus serius dan professional agar tidak mengeceawakan masyarakat yang menggantungkan harapan. Pesatnya pertumbuhan UKM akan menyerap banyak tenaga kerja dan memacu tumbuhnya perekonomian. Walau saat ini usahanya masih berskala kecil atau menengah namun bukankah ketika terjadinya Indonesia mengalami krisis beberapa tahun silam saat ketika banyak usaha dengan skala besar mengalami stangnasi  Unit kegiatan UKM mampu tetap bertahan saat itu.
Oleh karenanya pengembangan UKM perlu menjadi prioritas Pemerintah dan juga masyarakat agar mereka dapat bersaing secara sehat dan kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya, perlu adanya kebijakan yang lebih kondusif dan produktif, pemerintah perlu meningkatkan perannya dalam memberdayakan UKM dan meningkatkan kualitas SDM.